
Teleskop Hubble berhasil merekam bintang berekor atau komet. Benda langit ini terlihat melintas dalam lingkar sabuk planet Mars dan Jupiter. Prediksi astronomer, komet ini lahir akibat tabrakan dua asteroid dalam jarak 90 juta mil dari bumi.
LOS ANGELES - Setelah berhasil melacak keberadaan galaksi biru, kini teleskop Hubble milik Badan Antariksa Nasional AS (NASA) kembali menangkap pergerakan benda langit yang tak kalah menakjubkan.
Pekan lalu, teleskop Hubble berhasil merekam bintang berekor atau komet. Benda langit ini terlihat melintas dalam lingkar sabuk planet Mars dan Jupiter. Prediksi astronomer, komet ini lahir akibat tabrakan dua asteroid dalam jarak 90 juta mil dari bumi.
"Lahirnya komet sepertinya didahului dengan tabrakan dua asteroid. Karena tekanan sinar matahari, asteroid saling bertabrakan, dan menyemburkan lapisan debu dan gas serupa ekor," ungkap ketua investigator dari
Lapisan gas dan debu yang terekam Hubble ini memang menyerupai komet. Namun Jewitt mengaku belum bisa memastikan kebenarannya. "Tampilan komet ini berbeda dari komet yang pernah kami teliti sebelumnya," ujarnya.
Orbit P/2010 A2 diduga memiliki relasi dengan sekelompok asteroid yang dikenal dengan "keluarga Flora". Investigasi terus diupayakan, dan kita hanya bisa menunggu.
Jika hasil investigasi sudah diperoleh, maka manusia bisa mewaspadai atau bahkan mencegah tabrakan asteroid ke bumi. "Kami masih yakin bahwa dua asteroid itu saling menabrak, lalu menghancurkan satu dengan yang lain," papar Jewitt.
Ilmuwan antariksa ini berharap rekan-rekannya mampu menggali misteri komet yang terekam lewat teleskop Hubble, sehingga para ilmuwan secepatnya bisa mencari cara untuk mencegah tubrukan salah satu asteroid ke planet bumi. "Atau mungkin saja kita mampu menghancurkan asteroid yang siap menabrak bumi," imbuhnya.
Untuk mewujudkan harapannya, NASA siap mengajukan proposal biaya sebesar USD16 juta. NASA berharap, program ini tidak dipangkas seperti pemerintah AS berniat menghentikan misi pendaratan manusia di bulan yang tengah diperjuangkan NASA, program Constellation. Temuan teleskop Hubble membuat NASA kian bangga.
Sebelum tertampilnya komet misterius ini, Hubble berhasil menangkap gambar galaksi bersemburat biru. Bagi NASA, rekaman gambar galaksi biru sungguh luar biasa. Sebabnya, galaksi ultra biru ditemukan 600 juta tahun setelah terjadinya ledakan dahsyat yang mengawali terbentuknya alam semesta atau big bang.
Menurut para ilmuwan NASA, galaksi ultra biru mulai terbentuk sekitar 13,7 miliar tahun lampau. Mereka memperkirakan, galaksi ultra biru terbentuk sebelum bintang-bintang besar lahir, perlahan meredup, dan akhirnya menjadi bintang mati.
Seperti rekaman gambar komet misterius, temuan galaksi ultra biru juga menjadi perbincangan hangat di kalangan para kosmolog. Selama ini, mereka mempercayai bahwa formasi galaksi alam semesta mulai terbentuk sekitar 1,5 juta tahun yang lalu.
"Galaksi ini telah membuat kami meninjau ulang 95% data perihal sejarah awal alam semesta," ungkap Garth Illingworth, astronom dari University of California Santa Cruz (UCSC) sekaligus ketua tim survei teleskop Hubble.
Selain Hubble, NASA punya "pahlawan" yang lain. Teleskop Kepler namanya. Awal tahun lalu, teleskop Kepler berhasil melacak keberadaan
Kelima exoplanet temuan Kepler telah diberi kode, yaitu Kepler 4b, 5b, 6b, 7b dan 8b. Penemuan ini membuat NASA itu makin optimistis bahwa Kepler mampu mencapai target lain di bidang sains.
Sumber: Koran SI / SICERDIK




Tidak ada komentar:
Posting Komentar